PBB : Bayi dan Anak Muslim Rohingya Ditikam Dengan Pisau

anak rohingya di puing rumah terbakarBayi-bayi dan anak-anak di Rohingya telah disembelih dengan pisau selama kampanye militer terhadap Muslim Rohingya di Burma, menurut serangkaian laporan PBB.

Selama tindakan penuh kekerasan di Rakhine, anggota keamanan bersenjata  Burma diberitakan telah mengumpulkan para pria Rohingya lalu mereka dibawa  pergi dengan kendaraan, sebelumnya melakukan pencarian dari rumah ke rumah dan memperkosa atau melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan, dan kadang-kadang membunuh anak-anak yang menangis atau yang mencoba untuk mendapatkan perlindungan ibu mereka.

Serangan terhadap Rohingya di Rakhine dipicu Oktober lalu ketika sembilan polisi tewas dalam serangan terhadap pos keamanan di sepanjang perbatasan dengan Bangladesh, dan pihak keamanan melancarkan tindakan keras secara intens pada penduduk Rohingya untuk melacak para pemberontak di balik insiden itu.

Lnnea Arvidsson, salah seorang pekerja PBB yang melakukan wawancara terhadap penduduk Rohingya di Bangladesh, menambahkan bahwa serangan kekerasan terhadap kaum laki-laki, perempuan dan anak-anak  lebih dari sekedar operasi sistematis dalam pencarian untuk menemukan para pemberontak yang dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan polisi di bulan Oktober, menyimpulkan bahwa diskriminasi etnis juga dilakukan dengan pembantaian terhadap bayi.

“Mengatakan ini adalah operasi pembersihan untuk mencari pemberontak yang membunuh polisi adalah tidak masuk akal. Membunuh para bayi, balita dan anak-anak dan memperkosa kaum perempuan ketika Anda mencoba menemukan pemberontak adalah juga tidak masuk akal,” katanya kepada The Independen.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra’ad al-Hussein, menggambarkan “kekejaman yang menghancurkan” terhadap anak-anak Rohingya sebagai “tak terkira”, dan mengatakan tuduhan bayi-bayi yang ditikam dengan pisau  menimbulkan reaksi “mengiba” dari masyarakat internasional.

“Kekejaman menghancurkan yang dialami anak-anak Rohingya tidak tertahankan –  kebencian apa yang bisa membuat seorang pria menusuk bayi yang menangis saat meminta susu ibunya,” katanya. (independent.co.uk, 4/2/2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>