Sertifikasi Ulama Membungkam Dakwah

IMG-20170306-WA0005HTI Press, Surabaya. Menyikapi wacana sertifikasi ulama dan mubaligh, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Kota Surabaya menggelar Tabligh Akbar pada ahad (5/3) dengan tema “Sertifikasi Ulama, Upaya Membungkam Dakwah Islam, Wajib Ditolak”. Acara yang diselenggarakan di Masjid Baiturrahman, Juwingan Surabaya ini dihadiri oleh lebih dari 400 orang peserta dari berbagai wilayah Surabaya.

Tabligh Akbar ini menghadirkan pembicara Drs. H. Imanan, pengurus MUI Kota Surabaya. Beliau menyampaikan  bahwa secara kelembagaan MUI Pusat dan daerah belum mengeluarkan sikap terkait rencana sertifikasi khatib. Namun, menurut beliau sertifikasi harus ditolak jika mengebiri ruang gerak para da’i.

“Jika Sertifikasi mengarah pada pembatasan, pengebiran ruang gerak para da’i, harus kita tolak karena bertentangan dengan semangat ballighu anni walau ayat. Bertentangan dengan ruh tabligh.” tandasnya.

Selain itu Beliau juga menyinggung masalah Islamphobia di tengah-tengah umat yang belum sepenuhnya memahami Islam. Beliau menyampaikan apresiatif dengan apa yang dilakukan HTI dalam mendakwahkan syariah ke tengah-tengah umat.

Hadir pula sebagai pembicara Ustadz Fikri A. Zudiar, DPD HTI Jawa Timur. Dalam taushiyyahnya beliau menjelaskan kedudukan ulama yang mulia di sisi Allah Swt sebagai orang yang paling takut dengan Allah swt.

“Ulama banyak memberi nasehat, peringatan. Menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan, bukan karena pesanan.” Tegasnya.

Menurut beliau sertifikasi ulama, da’i dan semisalnya justru akan memisahkan ulama dengan umat. HTI secara tegas menolak rencana sertifikasi ulama. HTI akan selalu tanggap terhadap isu-isu permasalahan Islam dan Umat Islam. Beliau menyampaikan bahwa HTI telah melakukan komunikasi ke kalangan ulama untuk menyamakan persepsi melalui kegiatan multaqo ulama di berbagai kota dan alhamdulillah ada titik temu terkait penolakan terhadap rencana sertifikasi ulama.

Dalam acara ini juga dilakukan sosialisasi panji Rasulullah, bendera umat Islam, al-liwa (berwarna putih) dan ar-Rayah (berwarna hitam). Ditampilkan tayangan video kafilah ar-Rayah, bendera hitam raksasa bertuliskan kalimat tauhid Laa Ilaha Illa Allah yang berkibar dalam Aksi Bela Islam 212 di Jakarta beberapa waktu lalu. Sosialisasi ini dimaksudkan agar umat mengerti dan memahami bahwa bendera hitam bertuliskan tauhid itu adalah ar-Rayah, bendera umat Islam.[]MI Surabaya/ Rasyid

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>