Al Liwa dan Ar Royah Adalah Bendera-Panji Rosulullah, Bendera Umat Islam

audiensi radar_3HTI Press, Tuban. Rombongan Humas DPD II Hizbut Tahrir Indonesia mengadakan silaturahim ke Kantor Radar Tuban di jalan Wahidin Sudirohusodo pada Rabu (2/2). Rombongan HTI yang dipimpin oleh Humas DPD HTI Kabupaten Tuban, Kurdi Abu Jundi, di sambut hangat oleh Pimpinan Redaksi Radar Tuban Bapak Dwi Setiyawan bersama jajarannya.

Agenda sore yang berlangsung lebih kurang 1,5 jam tersebut merupakan program rutin DPD II HTI Tuban untuk menjalin silaturahim kepada seluruh elemen masyarakat, dalam kesempatan ini kepada insan media. Secara khusus agenda kali ini dilakukan selain dalam rangka sila ukhuwah juga dimaksudkan untuk mensosialisasikan bendera dan panji Rasulullah SAW. “ Bendera Rasulullah SAW disebut dengan al liwa, berwarna putih, sedang panji perangnya disebut dengan ar royah, berwarna hitam, dengan tulisan kalimat Tauhid di tengahnya” papar Humas HTI Kab. Tuban. Beliau melanjutkan, bahwa upaya sosialisasi ini dalam rangka merespon sinyalemen adanya gerakan stigmatisasi negatif terhadap bendera –panji Rasulullah SAW, mulai dari pengaitan dengan aksi terorisme, hingga penisbatan bendera-panji Rasulullah SAW tersebut dengan organisasi tertentu yang identik dengan kekerasan dan anarkisme.  “Hizbut Tahrir sendiri tidak punya bendera, hanya karena kemana-mana HTI bawa bendera ini, maka sebagian orang menyangka ini (liwa – royah) adalah bendera HTI, padahal bukan, bendera-panji Rasulullah SAW adalah milik seluruh kaum muslimin, bukan milik suatu golongan tertentu saja, monsterisasi bendera tersebut di khawatirkan dapat membuat masyarakat antipati terhadap ajaran Islam sedikit demi sedikit.” Ungkap Kurdi Abu Jundi.

Dalam pertemuan sore itu juga dibahas masalah-masalah kekinian yang sedang menjangkiti kota Tuban. “Pemerintah daerah saat ini sedang gencar membersihkan kota dari Prostitusi dan Narkoba”, ungkap Pimred Radar Tuban, Dwi Setiyawan. Beliau mengharapkan, HTI sebagai bagian dari umat Islam ikut berkontribusi bersama pemerintah daerah menyukseskan program tersebut.

Dalam konteks lontaran persoalan pelik yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Tuban terkait peredaran arak dan karnopen sebagaimana dikemukakan oleh Pimred Radar Tuban, Kurdi Abu Jundi menjelaskan bahwa permasalahan tersebut jika menggunakan kerangka sistem hari ini akan sangat sulit untuk diberantas, mengapa?? Karena ada kelemahan sistem di segala lini. Dalam pendekatan sistem hukum misalnya, kita tahu bahwa arak maupun karnopen bukan lah termasuk dalam golongan narkoba, karenanya pelanggaran hukumnya terkategori tindak pidana ringan, yang itu tidak akan mengakibatkan efek jera. Belum lagi ketika kita bicara dari sisi aspek ekonomi, kita juga dituntut untuk menyiapkan instrumen ekonomi  belum lagi kita bicara dari aspek pendidikan, dan banyak lagi aspek lainnya, yang makin menunjukkan kepada kita bahwa problem yang kita hadapi adalah problem sistemik.

“Islam memiliki solusi komprehensif, bagi semua masalah yang telah menjadi lingkaran setan tersebut. Mengambil islam secara parsial, tidak akan bisa memutus secara tuntas semua permasalahan umat hari ini, jalan satu-satunya adalah tegaknya Syariah dalam bingkai Khilafah Islamiyah” imbuhnya. Diskusi sore itu di tutup dengan harapan kedua belah pihak agar pertemuan hari ini menjadi awal sinergi HTI dan insan media untuk berkontribusi aktif dalam perbaikan masalah keumatan di negeri ini, khususnya wilayah Tuban dan sekitarnya. []MI Tuban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>