Purbalingga: “Rencana Pembubaran HTI Adalah Kedzaliman”

foto pbg 2HTI Press, Purbalingga. Sejumlah ustadz, tokoh masyarakat dan juga para aktivis Islam Purbalingga menolak kriminalisasi ulama dan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah. “Rencana pemerintah akan membubarkan HTI dan menangkapi para ulama dan aktivis Islam adalah sebuah kedzaliman!” ungkap Penasehat MUI Kabupaten Purbalingga KH Akhmad Kamal Ismail, Kamis (8/6/2017) di sebuah rumah makan di Purbalingga.

Menurutnya, umat Islam tidak boleh tinggal diam, harus bersatu rapatkan barisan dan HTI harus melakukan perlawanan hukum bila rencana pembubaran ini dibawa ke sidang pengadilan. “Dengan pak Yusril bersama 1000 advokat siap membela HTI, saya percaya HTI bisa memenangkan perlawanan hukum ini,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan perwakilan dari Syarikat Islam. “Syarikat Islam menolak rencana pembubaran HTI, ini sebuah kedzaliman dan kesewenang-wenangan pemerintah kepada ormas Islam. Bila ini akan diteruskan akan terjadi perlawanan umat Islam kepada pemerintah. HTI tetaplah bersabar dalam berjuang,” ungkap Ustadz Guruh, Pengurus Syarikat Islam Kabupaten. Purbalingga.

Ustadz H Ali Abdul Aziz, Pembina FUI Purbalingga dan pengasuh beberapa majelis taklim menyatakan saat ini HTI yang pertama mendapat giliran akan dibubarkan, tapi berikutnya pasti akan menyusul kelompok Islam lainnya. Oleh karena itu pembubaran ini tidak boleh dibiarkan!

“Umat Islam ini ibarat bahtera besar, dan gerakan/kelompok Islam ibarat sekoci kecil, maka jika kita ingin dimenangkan oleh Allah SWT maka semua harus bersatu dalam bahtera besar ini sehingga khilafah ‘ala minhaj nubuwwah akan segera berdiri,” katanya.

Ustadz Muhammad Naser, mubaligh Purbalingga, menyampaikan sesama umat Islam adalah bersaudara, darah dan hartanya terjaga, haram menyakiti dan disakiti. “Apabila HTI dibubarkan, kami tidak akan tinggal diam, umat Islam harus bergerak membelanya,” ujarnya.

Ustadz Sumiarso, Ketua DPC PPP Kabupaten Purbalingga menyebutkan dahulu Masyumi dibubarkan oleh Sukarno karena Sukarno dekat dengan PKI, rezim sekarang ujug-ujug akan membubarkan HTI. “Jangan-jangan rezim ini juga dekat dengan komunis, maka umat Islam tidak boleh tinggal diam, kita menolak rencana pembubaran HTI,” ungkapnya.

Bapak Kusen, dari PETA Kabupaten Purbalingga, menyatakan rezim ini sudah dicengkeram oleh kapitalisme Barat dan Cina, maka selalu memusuhi umat Islam termasuk ingin membubarkan HTI, jadi rencana pembubaran HTI ini harus ditolak!

Acara diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap penolakan kriminalisasi ulama dan rencana pembubaran ormas Islam oleh Ustadz Amin RH dengan penuh semangat dan sesekali diiringi takbir oleh para peserta. Selanjutnya forum ditutup dengan pembacaan doa oleh al Ustad Ali Abdul Aziz dan buka bersama.[] MI Purbalingga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>